Kenali Jenis-Jenis Oat dan Cara Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Saat ini oats menjadi salah satu pilihan sarapan yang praktis, mudah dikreasikan, dan dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis makanan. Namun, jika melihat di rak supermarket atau membaca resep yang ada di internet, kamu mungkin banyak menemukan berbagai istilah seperti rolled oats, quick cook oats, instant oats, hingga steel-cut oats. 

Jadi, apa sebenarnya perbedaan jenis-jenis oats tersebut? 

Pada dasarnya, semua jenis oats itu berasal dari biji tanaman oats yang sama, yaitu Avena Sativa. Perbedaannya terletak pada bagaimana oats itu diproses setelah kulit luarnya dilepaskan. Proses tersebut akan memengaruhi bentuk, tekstur, waktu masak, dan cara penggunaannya. Jadi, tidak ada satu jenis oats yang paling tepat untuk semua orang. Pilihan yang baik bergantung pada kebutuhan dan bagaimana kamu ingin menikmati dan mengaplikasikannya. 

Mengenal Jenis-Jenis Oats

Sebelum memilih, yuk kenali beberapa jenis oats yang paling sering ditemukan.

 

  • Instant Oats

 

Sesuai namanya, instant oats dirancang untuk disiapkan dengan sangat cepat. Oats biasanya diproses menjadi kepingan yang lebih tipis dan kecil sehingga dapat menyerap air dengan lebih mudah.

Karena proses tersebut, instant oats bisa menjadi pilihan praktis untuk sarapan ketika waktu terbatas. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa instant oats dapat disiapkan dalam waktu sekitar 1–2 menit, sedangkan jenis oats yang lebih minim proses membutuhkan waktu lebih lama.

Namun, penting membedakan plain instant oats dengan produk oatmeal instan yang sudah diberi rasa. Beberapa produk siap makan dapat mengandung tambahan gula atau bahan lain, sehingga sebaiknya tetap perhatikan daftar bahan dan informasi gizi pada kemasan. 

 

  • Steel-cut Oats 

 

Steel-cut oats dibuat dengan memotong oat groats menjadi beberapa bagian menggunakan pisau baja. Karena tidak dipipihkan seperti rolled oats, bentuknya masih relatif kasar dan menghasilkan tekstur yang lebih chewy setelah dimasak.

Jenis ini membutuhkan waktu memasak lebih lama, umumnya sekitar 15–30 menit tergantung metode dan produk yang digunakan.

Karena prosesnya lebih minimal, steel-cut oats sering dianggap sebagai pilihan untuk orang yang menyukai tekstur oats yang lebih padat dan tidak terlalu lembek.

Jika kamu punya waktu untuk menyiapkan sarapan dan menyukai tekstur yang lebih kenyal, steel-cut oats bisa menjadi pilihan menarik.

 

  • Rolled Oats

 

Rolled oats adalah oat groats yang telah dikukus kemudian dipipihkan menggunakan roller. Proses tersebut menghasilkan bentuk berupa serpihan oat yang lebih tipis sehingga waktu memasaknya menjadi lebih singkat.

Dibandingkan steel-cut oats, rolled oats lebih cepat dimasak tetapi tetap memiliki tekstur yang cukup terasa ketika dikonsumsi.

Rolled oats juga termasuk jenis oats yang serbaguna. Selain dibuat menjadi oatmeal, jenis ini dapat digunakan untuk overnight oats, granola, cookies, muffin, pancake, hingga berbagai resep lainnya.

Karena fleksibilitasnya, rolled oats cocok untuk kamu yang ingin memiliki satu bahan yang bisa digunakan dalam banyak kreasi.

 

  • Quick Oats

 

Quick oats diproses lebih lanjut dibandingkan rolled oats. Oats dikukus lebih lama dan dibuat lebih kecil atau lebih tipis sehingga air dapat masuk lebih cepat dan waktu memasaknya menjadi lebih singkat.

Teksturnya setelah matang biasanya lebih lembut dibandingkan rolled oats. Jenis ini cocok untuk kamu yang ingin membuat oatmeal dalam waktu relatif singkat tetapi masih menginginkan tekstur oats yang lebih terasa dibandingkan instant oats.

Quick oats juga bisa digunakan untuk membuat bubur oats, pancake, smoothie, atau berbagai resep yang membutuhkan tekstur lebih lembut.

Apakah Semua Jenis Oats Memiliki Kandungan Nutrisi yang Sama?

Secara umum, perbedaan kandungan nutrisi antara rolled oats, steel-cut oats, dan quick oats tidak terlalu besar jika dibandingkan dalam porsi yang setara. Ketiganya tetap menyediakan serat, protein, karbohidrat, dan berbagai mikronutrien.

Yang lebih membedakan adalah tingkat pengolahan, tekstur, waktu memasak, dan bagaimana tubuh merespons makanan tersebut.

Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa oats yang lebih sedikit diproses, seperti steel-cut oats, umumnya memiliki respons glikemik yang lebih rendah dibandingkan jenis oats yang lebih diproses seperti instant oats. Namun, cara memasak, ukuran porsi, dan bahan yang dikombinasikan bersama oats juga dapat memengaruhi respons tubuh.

Jadi, tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa satu jenis oats selalu “lebih sehat” daripada jenis lainnya.

Jadi, Jenis Oats Mana yang Harus Dipilih?

Jawabannya kembali pada kebutuhan masing-masing.

Steel-cut oats cocok untuk kamu yang menyukai tekstur chewy dan memiliki waktu lebih banyak untuk memasak. Rolled oats merupakan pilihan serbaguna untuk oatmeal, overnight oats, granola, maupun baking. Quick oats dapat menjadi pilihan ketika ingin memasak lebih cepat, sementara instant oats cocok untuk kamu yang mengutamakan kepraktisan.

Yang perlu diperhatikan, memilih oats tidak harus selalu berdasarkan anggapan bahwa semakin sedikit diproses berarti selalu lebih baik. Jenis oats yang tepat adalah jenis yang sesuai dengan kebutuhan, pola makan, dan cara kamu menikmati makanan tersebut.

Selain jenis oats, perhatikan juga daftar bahan dan kandungan gula tambahan, terutama ketika membeli produk oats siap konsumsi atau oatmeal dengan tambahan rasa.

Pada akhirnya, oats adalah bahan yang cukup fleksibel. Mau dibuat menjadi oatmeal hangat, overnight oats, granola, cookies, atau menu gurih, semuanya bisa disesuaikan dengan jenis oats yang digunakan.

Dengan mengenali jenis-jenis oats dan karakteristiknya, kamu tidak perlu lagi bingung saat memilih. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan: mau yang praktis, serbaguna, cepat dimasak, atau punya tekstur yang lebih chewy.

Karena sarapan dengan oats bukan hanya soal memilih jenis yang tepat, tetapi juga menemukan cara menikmati oats yang paling cocok dengan rutinitasmu.


Print   Email